Reaksi Marah dengan diungkapkan
Menurut para pakar, ketika amarah diutarakan secara tegas tanpa ada kesan menyerang merupakan cara tersehat. Ketika ada masalah, persoalan ditempatkan pada tempatnya tanpa menyakiti orang lain ataupun dirinya sendiri. Seperti orang tua yang menegur anaknya agar disiplin, teguran sebenarnya merupakan amarah tetapi karena disampaikan dengan cara yang sesuai dan tepat maka amarah tersebut tidak dirasakan oleh orang yang dimarahi.
Reaksi Marah dengan dipendam / ditahan
Gaya ini akan lebih bermanfaat jika si ‘pelaku’ yang marah untuk bersikap positif dan mencoba-coba untuk mencari pemecahannya. Misal ketika seorang anak yang merasa diperlakukan tidak adil dengan tidak boleh keluar rumah dan kemudian dia mencari pemecahannya dengan berkonsentrasi belajar/beraktivitas yang bermanfaat lainnya maka dia bisa menyalurkan amarahnya. Tetapi jika terlalu sering ditahan tanpa dicari solusinya, amarah yang dikumpulkan terlalu banyak tersebut dan bisa ‘keluar’ dalam bentuk masalah yang lain seperti tekanan darah tinggi atau bahkan dalam bentuk depresi. Atau memicu masalah baru seperti menjelek-jelekkan, sinis, atau sikap bermusuhan, sehingga lama-lama status dari korban akan berubah menjadi pelaku dengan menganggap rendah dan mengkritik segala hal yang dilakukan orang yang menyebabkan dia marah sehingga menyebabkan nyaris tidak ada hubungan baik dengan siapa pun.
Reaksi Marah dengan diredakan
Gaya yang terakhir ini yang bersangkutan mencoba berusaha untuk mengendalikan sikap, serta menenangkan hati dan perasaannya. Misal (ini hanya contoh semata) kita berencana pergi ke Plaza Semanggi untuk berbelanja tetapi sebelum sampai di tujuan, mobil kita yang membawa ke Plaza Semanggi bocor rodanya dan setelah diperbaiki kita mendengar bahwa akses menuju kesana tertutup karena ada demonstrasi sehingga kemacetan sangat parah. Meskipun kita kecewa, tidak ada yang menyalahkan mobil atau demonstrasi tersebut. Dan untuk meredakan kekecewaan yang bisa berubah kemarahan tersebut, kita berbelanja di Mall Ambassador karena kita melewati mall tersebut.
sumber : www.untukku.com
Blogger atau Blogspot pertama kali diluncurkan oleh Pyra Labs, di bulan Februari 2003, dimana perusahaan tersebut telah bekerja sama dengan Google dalam perjanjian dengan term yang tidak disebutkan. Di tahun 2004, Blogger membeli Picasa, yakni utility sharing foto yang kemudian ikut dimasukkan dalam fitur Blogger.
Wordpres merupakan aplikasi publikasi blog yang bersifat open source. Wordpress dibuat untuk menggantikan “b2\cafelog” yang dikembangkan oleh Michael Valdrighi. Kemudian muncul nama Wordpress dari Christine Selleck, seorang teman dari pengembang Wordpress, Matt Mullenweg. Wordpress tampil pertama kali di tahun 2003 sebagai usaha kerja sama antara Mullenweg dengan Mike Little untuk membuat pengganti b2. Di tahun 2004, banayk user yang bermigrasi ke Wordpress, menyebabkan popularitas Wordpress semakin meningkat, hingga di tahun 2007 Wordpress memenangkan penghargaan Packet Open Source CMS (Content Management System) terbaik.